
We are committed to sustainability. eco-friendly initiatives.
Rontgen dada merupakan pemeriksaan pencitraan yang membantu dokter mengevaluasi kondisi paru-paru, jantung, dan struktur di dalam rongga dada secara cepat dan akurat. Meski menggunakan sinar-X, risiko dan efek sampingnya tergolong sangat rendah sehingga manfaat diagnostiknya umumnya jauh lebih besar dibandingkan potensi risikonya.
Sebagai medical partner di 47th Bintaro Jaya Run for Education 2026, DRI Clinic mendukung kelancaran acara melalui penyediaan ambulance, medical team, dan perlengkapan medis yang siaga sepanjang race. Dukungan ini dilengkapi dengan voucher recovery treatment sebagai bagian dari komitmen DRI Clinic dalam membantu peserta berlari dan pulih dengan aman.
Prosedur foto rontgen meliputi tahap persiapan, pengambilan gambar sinar-X, hingga pembacaan hasil oleh dokter spesialis radiologi. Pemeriksaan ini berlangsung cepat, tidak menimbulkan rasa sakit, minim persiapan khusus, dan membantu dokter memperoleh gambaran kondisi tubuh sebagai dasar penentuan diagnosis dan terapi.
Rontgen adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk melihat kondisi tulang, sendi, dan struktur tubuh bagian dalam tanpa Tindakan invasif. Pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi patah tulang, pergeseran sendi, kelainan tulang belakang, hingga berbagai kondisi medis tertentu secara cepat, aman, dan akurat sebagai dasar penentuan diagnosis dan terapi.
USG muskuloskeletal adalah pemeriksaan pencitraan yang digunakan untuk melihat kondisi otot, tendon, ligamen, saraf, sendi, dan jaringan lunak secara real-time tanpa radiasi. Pemeriksaan ini membantu dokter menemukan penyebab nyeri, cedera, kesemutan, hingga gangguan gerak dengan lebih akurat, sekaligus menjadi panduan berbagai tindakan medis agar lebih presisi.
USG 3D dan 4D sama-sama menghasilkan gambar tiga dimensi, tetapi memiliki fungsi yang berbeda dalam pemeriksaan klinis. USG 3D lebih fokus menampilkan struktur dan bentuk organ secara detail dalam gambar diam, sedangkan USG 4D memungkinkan dokter melihat gerakan dan fungsi organ secara real-time. Pemilihan keduanya disesuaikan dengan kebutuhan medis untuk memperoleh informasi diagnostik yang paling akurat.