Mengenal USG Khusus untuk Cek Sendi dan Otot

USG muskuloskeletal adalah pemeriksaan pencitraan yang digunakan untuk melihat kondisi otot, tendon, ligamen, saraf, sendi, dan jaringan lunak secara real-time tanpa radiasi. Pemeriksaan ini membantu dokter menemukan penyebab nyeri, cedera, kesemutan, hingga gangguan gerak dengan lebih akurat, sekaligus menjadi panduan berbagai tindakan medis agar lebih presisi.


Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Mesha Syafitra, AIFO-K, General Practitioner DRI Clinic.

 

Lutut nyeri saat naik turun tangga, bahu sakit saat mengangkat tangan, pergelangan tangan sering kesemutan saat bekerja. Keluhan tersebut cukup sering dialami banyak orang, baik pekerja kantoran, atlet, maupun lansia. Apakah Drimers pernah merasakannya?

Dalam banyak kasus, nyeri semacam itu berasal dari otot, tendon, ligamen, saraf, atau jaringan lunak di sekitar sendi.

Saat mengalami nyeri di otot dan persendian, kebanyakan orang berpikir mereka perlu rontgen untuk mengetahui detail keluhannya. Namun, bisa jadi dokter mengarahkan kamu untuk USG muskuloskeletal.

Memangnya, apa itu USG muskuloskeletal? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Apa Itu USG Muskuloskeletal?

USG muskuloskeletal adalah pemeriksaan ultrasonografi khusus untuk melihat kondisi otot, tendon, ligamen, saraf, sendi, serta jaringan lunak lainnya di dalam tubuh (diameter ≤ 5 cm) secara real-time.

Dikutip dari News-Medical.Net, pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Di dalam tubuh, gelombang suara dipantulkan kembali dari jaringan, lalu diproses di sistem untuk menghasilkan gambar area yang diperiksa.

Berbeda dengan rontgen yang lebih fokus pada tulang, USG muskuloskeletal dapat membantu dokter menilai kondisi jaringan lunak yang sering menjadi sumber nyeri atau gangguan gerak.

Dilansir dari RadiologyInfo.org, melalui USG muskuloskeletal, dokter dapat melihat adanya robekan tendon, cedera otot, peradangan sendi, penumpukan cairan, bursitis, hingga gangguan saraf tertentu seperti carpal tunnel syndrome.

Selain untuk membantu diagnosis, USG muskuloskeletal juga sering digunakan sebagai panduan saat dokter melakukan tindakan medis tertentu. Misalnya injeksi sendi, injeksi PRP, maupun prosedur rehabilitasi lainnya.

Perbedaan USG Muskuloskeletal dan USG Kehamilan

Meskipun sama-sama menggunakan teknologi ultrasonografi, USG muskuloskeletal dan USG kehamilan memiliki tujuan yang berbeda:

1. Tujuan Pemeriksaan

USG kehamilan digunakan untuk memantau perkembangan janin, kondisi rahim, plasenta, dan organ reproduksi ibu selama masa kehamilan.

Sementara itu, USG muskuloskeletal untuk memeriksa dan mencari penyebab nyeri pada otot, tendon, ligamen, sendi, saraf, serta jaringan lunak lainnya.

2. Frekuensi Gelombang Suara

USG muskuloskeletal menggunakan frekuensi tinggi (sekitar 5 hingga 13 MHz) dibanding USG kehamilan (sekitar 1,6 hingga 10 MHz). Sebab, dokter perlu gambar beresolusi lebih tajam agar lebih jelas dalam melihat struktur yang kecil seperti tendon atau saraf di dekat permukaan kulit.

3. Area yang Diperiksa

USG kehamilan terfokus pada area perut atau panggul. Sedangkan USG muskuloskeletal dilakukan di hampir seluruh bagian tubuh mulai dari bahu, siku, pergelangan tangan, lutut, kaki, pinggul, hingga tulang belakang.

4. Proses Pemeriksaan

USG kehamilan dilakukan saat ibu hamil dalam keadaan diam sambal berbaring. Sementara itu, karena USG muskuloskeletal bersifat dinamis, pada kondisi tertentu kamu biasanya akan diminta bergerak atau menekuk, sendi selama pemeriksaan. Tujuannya agar dokter dapat melihat efek atau reaksi jaringan saat bergerak terhadap rasa nyeri.

Kapan USG Muskuloskeletal Diperlukan?

Menurut Cleveland Clinic Journal of Medicine, USG muskuloskeletal pertama kali digunakan pada tahun 1970-an untuk memeriksa otot dan tendon yang mengelilingi dan menahan sendi bahu.

Kini, dokter dapat merekomendasikan USG muskuloskeletal pada berbagai kondisi berikut:

1. Nyeri Sendi yang Tidak Kunjung Membaik

Nyeri yang berlangsung dalam waktu lama dapat disebabkan oleh peradangan, cedera jaringan lunak, atau gangguan pada struktur sendi.

2. Cedera Otot, Tendon, atau Ligamen

Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mengevaluasi robekan otot, cedera tendon, maupun cedera ligamen akibat olahraga atau aktivitas sehari-hari.

3. Kecurigaan Peradangan Sendi

USG muskuloskeletal dapat membantu melihat adanya penumpukan cairan sendi, penebalan sinovium (pembengkakan pada jaringan pelapis sendi), atau tanda-tanda inflamasi yang sering ditemukan pada artritis.

4. Kesemutan atau Jepitan Saraf

Keluhan seperti kesemutan, baal, atau kelemahan otot dapat dievaluasi lebih lanjut untuk melihat kemungkinan adanya gangguan saraf.

5. Benjolan pada Jaringan Lunak

USG juga dapat membantu membedakan apakah benjolan yang muncul merupakan kista, penumpukan cairan, atau kelainan jaringan lunak lainnya.

Konsultasi dengan dokter spesialis radiologi untuk USG otot dan sendi.

Keunggulan USG Muskuloskeletal

Ada beberapa alasan mengapa pemeriksaan ini semakin sering digunakan dalam praktik kedokteran modern, di antaranya:

1. Tidak Menggunakan Radiasi

Tidak seperti rontgen atau CT scan, USG tidak memanfaatkan radiasi sama sekali, melainkan menggunakan gelombang suara. Jadi, tidak ada paparan radiasi saat pemeriksaan.

2. Menampilkan Gambar Secara Real-Time

Misalnya jika menggunakan USG 4D, dokter dapat melihat struktur tubuh secara langsung saat pasien menggerakkan bagian tubuh yang mengalami keluhan. Hal ini membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin hanya muncul saat bergerak.

3. Nyaman dan Minim Risiko

UDG ini tidak memerlukan suntikan zat kontras maupun prosedur invasif lainnya. Sebagian besar pasien hanya merasakan sensasi dingin dari gel USG. Dilansir dari jurnal Diagnostics 2025, USG muskuloskeletal aman dan nyaman dijalani oleh semua kalangan usia, baik untuk anak-anak, lansia, maupun ibu hamil sekalipun.

4. Aman Dilakukan Berulang Kali

Karena tidak menggunakan radiasi, USG muskuloskeletal dapat dilakukan berulang-ulang untuk memantau perkembangan kondisi pasien setelah terapi atau tindakan medis.

5. Membantu Tindakan Medis Lebih Presisi

USG sering digunakan sebagai panduan saat dokter melakukan injeksi atau prosedur tertentu agar lokasi tindakan lebih tepat sasaran. Contohnya injeksi cairan sendi pada pasien pengapuran sendi lutut parah, serta injeksi kortikosteroid pada pasien radang tendon bahu.

Persiapan dan Proses USG Muskuloskeletal

Banyak orang was-was sebelum menjalani USG. Tapi, Drimers tidak perlu khawatir, karena prosedurnya relatif sederhana dan tidak memerlukan persiapan khusus. Berikut gambarannya:

1. Sebelum Pemeriksaan

Pada sebagian besar kondisi, pasien tidak perlu berpuasa atau menghentikan aktivitas tertentu. Dokter biasanya hanya akan menanyakan lokasi keluhan dan riwayat cedera yang dialami.

2. Saat Pemeriksaan

Pasien akan diminta duduk atau berbaring sesuai area tubuh yang diperiksa. Selanjutnya, dokter atau tenaga medis akan mengoleskan gel pada kulit dan menempelkan alat deteksi yang disebut transduser atau probe.

3. Selama Proses Pemindaian

Dokter akan menggerakkan dan mengarahkan probe di permukaan kulit di area yang terasa nyeri. Pasien mungkin diminta menggerakkan anggota tubuh tertentu agar dokter dapat menilai struktur sendi, otot, atau jaringan lunak lain yang diperiksa saat bergerak.

4. Setelah Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan dapat langsung dievaluasi oleh dokter spesialis radiologi untuk membantu menentukan diagnosis maupun rencana penanganan selanjutnya.

Sederhana dan tidak menakutkan, bukan? USG muskuloskeletal dapat selesai dalam waktu 15-60 menit, tergantung cakupan area yang ingin diperiksa.

Baca Juga: Perbedaan USG 3D dan 4D pada Diagnosis Klinis

DRI Clinic Melayani USG untuk Pemeriksaan Sendi dan Otot

DRI Clinic menyediakan layanan USG muskuloskeletal untuk membantu mengevaluasi berbagai keluhan pada otot, tendon, ligamen, saraf, dan persendian.

Pemeriksaan dilakukan bersama Dokter Spesialis Radiologi dr. Mohammad Reynalzi Yugo, Sp. Rad., dan Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medis dr. Wenny Wirdatul Hasanah, Sp.KFR. Dengan bantuan teknologi pencitraan modern di DRI Clinic, penyebab keluhan dapat diketahui lebih akurat sehingga terapi yang diberikan dapat lebih sesuai dengan kondisi pasien.

DRI Clinic adalah klinik spesialis saraf di Bintaro, Tangerang Selatan yang berfokus pada penanganan nyeri dan gangguan gerak secara menyeluruh. Kami bekerja dengan pendekatan Neuromed-First bersama Spesialis Saraf (Sp.N), Rehabilitasi Medis (Sp.KFR), Kedokteran Olahraga (Sp.KO), dan Spesialis Radiologi (Sp.Rad) yang menilai saraf, otot, dan pola gerak untuk menemukan dan menangani akar masalah setiap pasien. Konsultasikan kondisimu untuk mendapat perawatan terbaik demi #SatuSarafSehat dan hari yang selalu produktif.

FAQ Seputar USG untuk Sendi dan Otot

1. Apakah USG bisa melihat tulang?

USG dapat membantu melihat permukaan tulang, ketebalan tulang rawan, osteofit, serta beberapa tanda fraktur tertentu yang berada dekat permukaan. Jika ingin melihat keseluruhan struktur tulang, pemeriksaan rontgen menjadi pilihan utama.

Sebab, USG lebih unggul dalam mengevaluasi kondisi jaringan lunak di sekitar tulang, seperti otot, tendon, ligamen, saraf, dan cairan sendi.

2. Siapa yang biasanya menjalani USG muskuloskeletal?

  • Atlet atau orang dengan aktivitas fisik tinggi.

  • Orang dengan cedera pada persendian, otot, tendon,saraf, ligamen, atau jaringan lunak lainnya.

  • Penderita nyeri sendi kronis dan lansia.

  • Penderita autoimun (Rheumatoid Arthritis atau Lupus).

  • Orang yang akan menjalani tindakan medis.

  • Ibu Hamil, bayi, dan orang dengan implan logam.

3. Apakah USG muskuloskeletal sakit?

Tidak, dong. Pasien hanya akan merasakan tekanan ringan saat probe digerakkan di atas kulit.

3. Berapa lama pemeriksaan USG muskuloskeletal berlangsung?

Durasi pemeriksaan biasanya berkisar antara 15 hingga 60 menit, tergantung area tubuh yang diperiksa dan kompleksitas keluhan yang dialami.

4. Apakah USG muskuloskeletal mahal?

Harga USG muskuloskeletal di klinik atau rumah sakit mulai dari Rp170.000—Rp1.200.000, tergantung jenis USG dan kompleksitas area yang diperiksa.

5. Apakah USG muskuloskeletal dapat menggantikan MRI?

Tidak selalu. USG muskuloskeletal sangat baik untuk mengecek jaringan lunak yang dekat dengan permukaan tubuh dan melihat struktur secara dinamis saat bergerak. Namun, untuk melihat struktur yang lebih dalam atau kondisi tertentu di dalam sendi, dokter mungkin tetap merekomendasikan MRI.

Referensi:

  • News-Medical.Net. Musculoskeletal Ultrasound Uses. Diakses pada 5 Juni 2026.

  • RadiologyInfo.org. Musculoskeletal Ultrasound. Diakses pada 5 Juni 2026.

  • Cleveland Clinic Journal of Medicine. Musculoskeletal ultrasonography basics. Diakses pada 5 Juni 2026.

  • Diagnostics 2025. Impact of AdequateDisinfection Techniques forUltrasound-Guided Injections inMusculoskeletal Rehabilitation: A Scoping Review. Diakses pada 5 Juni 2026.