Telapak Kaki Terasa Tebal dan Sering Kesemutan? Waspadai Gangguan Saraf!
Telapak kaki yang terasa tebal dan sering kesemutan dapat terjadi akibat gangguan penghantaran sinyal pada saraf. Penyebabnya beragam, mulai dari neuropati perifer, saraf kejepit di pinggang, tarsal tunnel syndrome, gangguan aliran darah, hingga kekurangan vitamin B12. Selain kebas dan kesemutan, kondisi ini juga dapat disertai nyeri seperti terbakar, kelemahan otot, atau mati rasa. Penanganannya disesuaikan dengan penyebab, mulai dari perubahan gaya hidup, rehabilitasi medis, hingga terapi berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Telapak kaki Drimers sering terasa tebal dan disertai kesemutan atau mati rasa? Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya jika muncul setelah duduk bersila atau mengenakan sepatu sempit seharian. Biasanya, sensasi tersebut akan hilang setelah Drimers melakukan stretching kaki ringan.
Namun, Drimers patut waspada apabila kaki terasa tebal dan kesemutan muncul tiba-tiba hampir setiap hari. Sebab, bisa jadi kondisi tersebut pertanda adanya gangguan saraf yang tidak boleh disepelekan.
Lantas, apa penyebab kondisi ini dan bagaimana penanganannya yang tepat? Berikut penjelasannya.
Penyebab Kaki Terasa Tebal dan Kesemutan
Telapak kaki terasa tebal dan sering kesemutan terjadi ketika saraf tidak dapat menghantarkan sinyal dengan baik. Akibatnya, otak menerima sensasi yang berbeda dari biasanya, sehingga kaki terasa tebal, kebas, dan disertai kesemutan.
Berikut beberapa penyebab umumnya, dilansir dari The Foot Institute dan Medical News Today:
1. Neuropati Perifer
Neuropati perifer merupakan kerusakan pada saraf tepi yang disebabkan oleh diabetes, kekurangan vitamin B12, konsumsi alkohol berlebihan, hingga efek samping obat tertentu.
Dilansir dari Hardvard Health Publishing, karena saraf rusak secara bertahap, keluhan kaki tebal dan berat pada neuropati perifer biasanya muncul perlahan. Sering kali, nyerinya lebih terasa tajam saat di malam hari.
2. Saraf Kejepit di Pinggang (HNP)
Saraf yang menuju kaki berasal dari tulang belakang bagian bawah. Saat saraf ini tertekan, misalnya akibat bantalan tulang belakang yang menonjol, sinyal menuju kaki ikut terganggu.
Akibatnya, telapak kaki terasa tebal dan sering kesemutan. Pada kebanyakan orang, keluhannya juga disertai nyeri pinggang yang menjalar ke bokong atau kaki.
3. Tarsal Tunnel Syndrome
Kondisi ini terjadi ketika saraf tibialis yang melewati bagian dalam pergelangan kaki mengalami tekanan.
Akibatnya, muncul rasa kebas, telapak kaki terasa tebal seperti kesemutan, sensasi terbakar, atau nyeri yang makin terasa saat berjalan maupun berdiri lama.
4. Gangguan Aliran Darah
Saraf membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi dari darah agar bisa menghantarkan sinyal dengan baik. Jika aliran darah ke tungkai terganggu, fungsi saraf juga ikut menurun.
Selain kebas, kaki biasanya terasa lebih dingin, mudah lelah saat berjalan, atau kram setelah beraktivitas.
5. Kekurangan Vitamin B12
Tahukah Drimers, Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga lapisan pelindung saraf (mielin), lho. Jika tubuh kekurangan vitamin ini dalam waktu lama, penghantaran sinyal saraf bisa jadi kurang optimal.
Itulah sebabnya kaki terasa tebal seperti kesemutan juga bisa jadi salah satu tanda kekurangan vitamin B12.
Gejala Penyerta yang Tidak Boleh Diabaikan
Pada tanda gangguan saraf di kaki, kesemutan sering kali disertai dengan sensasi lain, di antaranya:
- Telapak kaki terasa mati rasa hingga sulit membedakan sentuhan atau pijakan saat berjalan.
- Nyeri seperti terbakar, tersengat listrik, atau menusuk dari pinggang hingga ke telapak kaki. Keluhan seperti ini lebih khas pada gangguan saraf dibanding nyeri otot biasa.
- Kaki bisa terasa lebih lemah, mudah tersandung, sulit jinjit, atau lebih cepat lelah saat naik tangga.
Penanganan Mandiri dan Medis
Penanganan mandiri di rumah masih memungkinkan dilakukan untuk meringankan rasa tidak nyamannya. Khususnya jika sensasi tebal dan kesemutan di telapak kaki jarang muncul.
Drimers bisa mulai mengubah gaya hidup lebih sehat. Misalnya dengan memperbaiki pola makan dan memenuhi kebutuhan vitamin B12. Lalu, mengendalikan gula darah apabila penyebabnya karena diabetes untuk membantu mencegah kerusakan saraf semakin berat.
Apabila penanganan mandiri tak mengurangi keluhan, Drimers bisa pertimbangkan untuk rehabilitasi medis atau fisioterapi, atau konsumsi obat berdasarkan resep dokter.
Namun sebelum itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu keluhan ini ke dokter, ya. Dengan begitu, kamu bisa lebih lega karena mengetahui penyebab pastinya, serta mendapat penanganan yang tepat dan terarah.
Baca juga: Rekomendasi Klinik Saraf Terbaik di Bintaro, Tangerang Selatan
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kondisi Ini?
Dokter akan memulai dengan menanyakan pola keluhan, riwayat penyakit, serta melakukan pemeriksaan neurologis untuk menilai kekuatan otot, refleks, dan sensasi pada kaki.
Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan seperti:
- EMG (Electromyography) untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot.
- USG saraf bila dicurigai ada saraf yang terjepit di area tertentu.
- MRI jika diduga terdapat saraf kejepit di tulang belakang.
- Tes darah untuk mencari penyebab seperti diabetes atau kekurangan vitamin B12.
Pemeriksaan ini membantu memastikan penyebabnya sehingga terapi yang diberikan lebih tepat sasaran.
Telapak kaki terasa tebal dan sering kesemutan memang tidak selalu berbahaya. Namun, jika keluhannya muncul berulang, menetap, atau disertai gejala lain, bisa jadi ada gangguan saraf yang perlu penanganan serius. Mulai dari kekurangan vitamin B12, kerusakan pada saraf tepi, hingga saraf kejepit di pinggang.
DRI Clinic adalah klinik spesialis neurologi yang terintegrasi kedokteran olahraga, rehabilitasi medik, dan radiologi untuk memberikan solusi pemulihan menyeluruh. Dengan fokus pada akar masalah gangguan saraf, nyeri, dan mobilitas, kami menghadirkan program perawatan personal yang didukung fasilitas modern, teknologi terkini, serta tenaga medis profesional guna meningkatkan performa fisik dan kualitas hidup pasien.
Konsultasikan kondisimu untuk mendapat perawatan terbaik demi #SatuSarafSehat dan hari yang selalu produktif.
FAQ Seputar Penyebab Kaki Terasa Tebal dan Kesemutan
1. Jika telapak kaki terasa tebal, gejala penyakit apa?
Keluhan ini dapat jadi tanda gangguan saraf, seperti neuropati perifer, saraf kejepit di pinggang, tarsal tunnel syndrome, diabetes, atau kekurangan vitamin B12. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
2. Bagaimana cara menghilangkan kebas di telapak kaki?
Jika penyebabnya karena posisi duduk, mengubah posisi tubuh dan digerakkan ringan sudah cukup membantu. Namun bila sering kambuh, pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya mengontrol gula darah, memenuhi kebutuhan vitamin B12, rehabilitasi medis, atau terapi gangguan saraf.
3. Apakah saraf kejepit bisa menyebabkan kaki kesemutan?
Bisa. Saraf kejepit di tulang belakang (HNP) akan mengganggu penghantaran sinyal menuju kaki, sehingga memicu rasa tebal dan kesemutan di telapak kaki, bahkan bisa disertai nyeri yang menjalar dari pinggang.
4. Kapan harus khawatir saat kesemutan di kaki?
Jika kesemutan berlangsung terus-menerus, makin sering muncul, disertai kebas, kelemahan otot, gangguan berjalan, atau nyeri hebat yang menjalar, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis saraf.
5. Apakah sering kesemutan di kaki tanda stroke?
Tidak selalu. Stroke biasanya disertai gejala mendadak lain, seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, wajah mencong, atau bicara pelo. Kesemutan yang hanya terjadi di kaki lebih sering berkaitan dengan gangguan saraf tepi atau saraf di tulang belakang.
6. Jika kaki sering kebas dan kesemutan sebaiknya minum vitamin apa?
Jika penyebabnya kekurangan vitamin, dokter dapat menyarankan suplemen vitamin B12 atau vitamin B kompleks. Namun, jangan langsung mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui penyebab pastinya, ya, Drimers. Sebab, tidak semua kesemutan disebabkan oleh kekurangan vitamin.
Referensi:
- Hardvard Health Publishing. When nerves get damaged. Diakses pada 29 Juni 2026.
- Medical News Today. What can cause nerve pain in the foot?. Diakses pada 29 Juni 2026.
- The Foot Institute. Why You Shouldn’t Ignore Tingling or Numbness in Your Feet. Diakses pada 29 Juni 2026.
