Nyeri Punggung Bawah Bisa Kambuh Jika Hanya Diobati Gejalanya, Ini Penjelasan Dokter Saraf

Nyeri punggung bawah (low back pain) tidak selalu berasal dari tulang belakang. Keluhan ini juga bisa dipicu oleh gangguan otot, ligamen, saraf, hingga organ dalam yang menimbulkan nyeri alih. Karena penyebabnya beragam, penanganan tidak cukup hanya meredakan rasa sakit. Menurut dr. Irca Ahyar, Sp.N., DFIDN, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk menemukan sumber masalah, mencegah nyeri kambuh, serta membantu pasien kembali beraktivitas dengan nyaman dan optimal.


Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) sering dianggap sepele yang akan hilang dengan sendirinya. Nyeri ini muncul di area antara batas bawa tulang rusuk hingga lipatan bokong, disertai atau tanpa penjalaran ke tungkai.

Tak sedikit orang memilih mengonsumsi obat pereda nyeri, mengoleskan balsem, atau istirahat hingga rasa sakit mereda. Namun, jika penyebabnya tidak diketahui, keluhan bisa muncul kembali sewaktu-waktu.

dr. Irca Ahyar, Sp.N., DFIDN, Dokter Spesialis Neurologi, menekankan bahwa penanganan nyeri punggung bawah tidak boleh hanya fokus menghilangkan rasa sakit. Menurutnya yang terpenting mencari sumber penyebab agar keluhan tidak terus berulang.

Ragam Penyebab Low Back Pain

Meski identik dengan masalah tulang belakang, penyebab low back pain sebenarnya sangat beragam. Keluhan dapat dipicu oleh gangguan pada otot, ligamen, hingga iritasi pada saraf. Pada beberapa kasus, nyeri dapat berasal dari ginjal, organ reproduksi, atau organ lain yang memunculkan nyeri alih (referred pain).

“Tidak semua nyeri punggung bawah berasal dari titik yang sama. Karena itu, kita tidak boleh langsung berasumsi bahwa penyebabnya hanya otot atau tulang. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh,” jelas dr. Irca dalam workshop Comprehensive Approach to Low Back Pain: Bridging Clinical Insight and Rehabilitation Strategies pada acara BTL Indonesia di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Bayangkan jika nyeri punggung sebenarnya bersumber dari jepitan saraf atau masalah organ dalam, tapi hanya diredam dengan anti nyeri.

Rasa sakit memang akan hilang sementara. Namun, karena pemicu utamanya di dalam tubuh belum dibereskan, nyeri tersebut akan terus aktif dan memicu kekambuhan begitu efek obat habis.

Baca Juga: Kenapa Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit? Ini yang Terjadi

Fokus Penanganan Memengaruhi Nyeri Kambuhan

Banyak pasien datang berobat ketika nyeri sudah berulang. Menurut dr. Irca, hal ini terjadi karena sebagian orang hanya berfokus meredakan gejala, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya menjadi penyebab utama.

“Kalau hanya menghilangkan rasa nyerinya, pasien memang bisa merasa lebih nyaman. Namun, kalau sumber masalahnya tidak dicari, keluhan sangat mungkin muncul kembali,” ujarnya.

Selain faktor mekanis seperti postur tubuh yang kurang baik, kondisi psikologis juga berperan terhadap perjalanan penyakit. Stres hingga kecemasan karena pekerjaan dapat memperberat persepsi nyeri sekaligus memperlambat proses pemulihan.

Karena itu, penanganan low back pain sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Sebab, tujuan utama penanganannya bukan sekadar menghilangkan rasa sakit, melainkan meningkatkan fungsi tubuh, mencegah kekambuhan, serta mengurangi risiko berkembang menjadi nyeri kronik. Dengan begitu pasien dapat kembali beraktivitas dengan optimal.